Siberasi.id – Sejumlah armada truk pengangkut sampah milik Pemerintah Kabupaten Cirebon mogok beroperasi sejak Kamis (28/6/2026) pagi.
Akibatnya, pengangkutan sampah dari dari tempat pembuangan sementara (TPS) ke tempat pembuangan akhir (TPA) terhenti.
Bahkan video mogoknya sejumlah truk pengangkut sampah di Kabupaten Cirebon sempat beredar di sejumlah platform digital.
Sejumlah truk pengakut sampah terlihat masih terparkir dalam kondisi bermuatan sampah yang belum dibuang ke TPA.
Salah seorang sopir truk pengangkut sampah, Irfan Jaelani, mengungkapkan bahwa mogoknya operasional truk sampah lantaran belum adanya pembayaran bahan bakar minyal (BBM) jenis solar di SPBU langganan.
“Informasinya dari pihak SPBU, (pembayaran) solar dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup, red) belum dibayarkan beberapa bulan terakhir,” kata Irfan, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat para sopir kesulitan mendapatkan BBM untuk menjalankan operasional pengangkutan sampah.
“Kalau solar tidak ada, otomatis armada tidak bisa jalan untuk buang sampah ke TPA,” katanya.
Irfan menjelaskan, kebutuhan bahan bakar untuk setiap armada cukup besar. Untuk armada dumptruk, kebutuhan solar mencapai sekitar 15 liter dalam satu kali pengangkutan.
“Kalau arm roll (jenis angkutan sampah) sekitar 20 liter, tapi bisa untuk dua rit,” jelasnya.
Selain persoalan BBM, hambatan operasional juga terjadi akibat kerusakan alat berat di TPA Gunung Santri. Kondisi tersebut membuat proses pembuangan dan perapihan sampah di lokasi TPA menjadi terganggu.
“Di TPA juga alat beratnya lagi rusak, jadi pembuangan sampah agak terhambat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sediono membantah informasi tersebut. Dede menyampaikan, penumpukan truk pengangkut sampah karena pengambilan dari TPS dilakukan sore hari.
“Kalau lanjut ke TPA nanti sopir pulangnya malam. Jadi sementara kita taruh di garasi dulu, besok paginya baru diangkut ke TPA,” ungkap Dede melalui sambungan ponselnya, Sabtu (30/5/2026) malam.
Dede mengaku, tidak ada kekurangan pembayaran BBM untuk truk pengangkut sampah. Hingga hari ini pengangkutan sampah berjalan dengan lancar. (afi)

