Siberasi.id – Pemerintah Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, mengerahkan belasan truk untuk mengangkut tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang telah melebihi kapasitas dan meluber hingga ke badan jalan, Selasa (3/3/2026).
Langkah tersebut dilakukan setelah banyaknya keluhan warga terkait bau menyengat yang timbul dari gunungan sampah, terutama di tengah musim penghujan yang rawan memicu penyakit.
Kepala Desa Weru Lor, Hasan Bisri mengatakan, pihaknya melakukan pengurasan TPS selama dua hari. Pada hari pertama, sebanyak 14 truk sampah telah diberangkatkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ke Gunung Santri.
“Kondisi TPS sudah overload. Hari ini sudah 14 mobil yang diangkut, sisanya akan kami lanjutkan besok,” kata Hasan, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, persoalan sampah di TPS Weru Lor tidak sepenuhnya berasal dari warga setempat. Ia menyebutkan, banyak sampah kiriman dari luar desa, termasuk dari aktivitas Pasar Pasalaran.
Hasan menyoroti fakta bahwa para pedagang pasar rutin membayar retribusi kebersihan kepada pengelola pasar. Namun pembuangan sampah justru dilakukan di TPS Desa Weru Lor tanpa adanya koordinasi maupun kontribusi kepada pemerintah desa.
“Kebanyakan sampah dibuang pada malam hari saat lokasi sepi. Sudah sering ditegur warga, tetapi masih saja dilakukan. Kami sangat menyayangkan tindakan tidak bertanggung jawab ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sediono, menegaskan penanganan sampah membutuhkan komitmen bersama dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat.
Ia juga mengakui adanya kendala teknis di TPA Gunung Santri akibat kerusakan alat berat, yang berdampak pada tersendatnya pengangkutan sampah di sejumlah wilayah.
“Perbaikan alat berat sudah selesai hari ini. Mudah-mudahan dengan kembali beroperasinya alat tersebut, penumpukan sampah bisa segera teratasi secara bertahap,” kata Dede. (afi)

