Siberasi.id – Polresta Cirebon menyiapkan ratusan perangkat bantu untuk rekayasa arus lalu lintas pada musim mudik Lebaran Idulfitri 2026. Semua peralatan itu dalam kondisi siap pakai.
Polresta Cirebon menyiapkan sedikitnya 300 unit tolo-tolo , 200 unit pembatas jalan atau water barrier, 100 unit guard railing, 30 unit rambu portable, 200 unit traffic count dan 400 batang bambu untuk menutup putaran arah atau u-turn.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama bersama jajarannya mengecek langsung kesiapan semua perangkat tersebut, di halaman Mapolresta Cirebon, Sabtu (7/3/2026). Ia ingin memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran Idulfitri 2026.
“Pengecekan ini untuk memastikan kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026,” ungkap Imara.
Perangkat tersebut, kata Imara, akan menjadi alat bantu untuk mengurai kepadatan lalu lintas pada arus mudik dan balik lebaran. Sehingga memudahkan petugas yang mengatur lalu lintas pada musim mudik dan balik lebaran.
“Jika terjadi peningkatan jumlah kendaraan di jalur arteri, kami sudah menyiapkan sejumlah cara bertindak. Namun, untuk rekayasa di jalan tol seperti sistem one way atau one way sepenggal, kami menunggu instruksi dari Korlantas Polri dan Ditlantas Polda Jawa Barat,” jelasnya.
Selain itu, sambung Imara, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan jajaran kepolisian di wilayah sekitar. Langkah ini guna memudahkan pada saat harus mengambil keputusan terkait rekayasa arus lalu lintas, terutama di jalur Pantura.
Di sisi lain, Imara mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik. Terlebih karena cuaca yang tidak menentu.
Misalnya, bagi pengendara sepeda motor, agar membawa perlengkapan pelindung bila hujan turun. “Menepi di tempat aman, apabila intensitas hujan tinggi,” katanya.
Sementara bagi pemudik yang melintasi jalan tol, ia juga mengingatkan agar memanfaatkan rest area dengan bijak. Pertimbangkan waktu istirahat secara bergiliran dengan pengguna jalan lainnya.
“Tetap perhatikan waktu jika beristirahat di rest area karena digunakan bersama-sama dengan pengguna jalan lainnya,” katanya. (afi)

