Siberasi.id – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini menjadi bahan perbincangan publik. Mulai dari perang di Timur Tengah, hingga kesiapan musim mudik Lebaran Idulfitri 2026 di Indonesia, salah satu yang jadi kekhawatiran adalah ketersediaan dan harga BBM.
Atas kondisi tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mengaku optimistis pemerintah mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM menjelang musim mudik Lebaran 2026. Meskipun harga minyak dunia tengah mengalami kenaikan akibat perang di Timur Tengah.
Herman mengaku mengikuti evaluasi pemerintah bersama PT Pertamina, PT PLN, serta sektor transportasi darat terkait kesiapan energi selama periode Idulfitri 2026. Salah satu pembahasan dalam evaluasi tersebut yaitu memastikan pasokan BBM ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Menurut Herman, hasil evaluasi menunjukkan stok BBM nasional saat ini masih mencukupi hingga sekitar 21 hari ke depan. Pemerintah akan terus memperkuat sesuai dengan peningkatan konsumsi selama musim mudik Lebaran 2026.
“Evaluasi terakhir menunjukkan ketersediaan BBM, baik dari sisi stok maupun keterjangkauan, masih aman untuk sekitar 21 hari ke depan. Penambahan stok juga dilakukan menyesuaikan kebutuhan masyarakat saat arus mudik dan arus balik,” ungkap Herman, Minggu (8/3/2026), usai Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di salah satu rumah makan di Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon.
Menurut politisi Partai Demokrat itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan BBM selama periode Lebaran 2026. Sebab, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi.
Di sisi lain, Herman juga menyoroti kenaikan harga minyak internasional akibat konflik di kawasan Teluk. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga energi di dalam negeri. Namun, ia optimistis pemerintah memiliki strategi untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Kenaikan harga minyak dunia tentu menjadi tantangan. Tetapi saya yakin, pemerintah memiliki strategi untuk mengelola dampaknya agar tidak membebani masyarakat,” katanya.
Ia memperkirakan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsid, setidaknya hingga Lebaran Idulfitri 2026.
“Namun, penyesuaian harga kemungkinan dapat terjadi pada jenis BBM non-subsidi yang mengikuti mekanisme harga pasar,” katanya. (afi)

