Siberasi.id – Dua pekan sudah Festival Ramadan 2026 di Jalan Siliwangi Kota Cirebon berjalan. Ratusan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjajakan produknya setiap sore sampai malam hari.
Pada Jumat (6/3/2026), Pemerintah Kota Cirebon melakukan evaluasi terhadap keberlangsungan festival tersebut. Ada beberapa catatan untuk perbaikan yang disampaikan Walikota Cirebon, Effendi Edo dalam rapat evaluasi yang berlangsung di Balaikota Cirebon itu.
Berdasarkan data evaluasi terbaru, Pemkot Cirebon mencatat lebih dari 6 ribu pengunjung setiap harinya datang ke Festival Ramadan 2026. Lebih dari 400 pedagang yang terdaftar, omzet rata-rata harian mereka menyentuh angka Rp397.000.
Walikota Effendi Edo menekankan, capaian pelaksanaan festival ini merupakan buah dari kerja keras kolektif. Menurutnya, menjaga kondusivitas adalah kunci utama agar roda ekonomi tetap berputar tanpa hambatan.
“Saya bersyukur melihat geliat ekonomi kita begitu hidup. Semoga nanti sampai akhir Ramadan, suasana tetap kondusif, baik bagi pedagang maupun pembeli,” kata Edo.
Politisi Partai Golkar itu juga menginstruksikan kepada seluruh lurah dan camat di wilayah sekitar Festival Ramadan 2026 untuk terus memantau kondisi di lapangan.
“Kehadiran pemerintah sangat penting. Kita harus memastikan, bahwa festival ini benar-benar menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menjemput rezeki menjelang lebaran,” tuturnya.
Jangan Korbankan Ketertiban
Lebih lanjut, Edo juga menyoroti pentingnya kenyamanan publik di tengah geliat aktivitas perekonomian di Festival Ramadan 2026. Ia meminta agar aspek sosial dan ketertiban tidak dikorbankan.
“Perekonomian memang harus bangkit, tapi jangan sampai mengabaikan hak pengguna jalan lain. Saya minta tim di lapangan lebih tegas namun humanis dalam mengatur lalu lintas,” kata Edo.
“Kita ingin ekonomi tumbuh, tapi wajah kota tetap tertata. Festival ini adalah wajah keramahan Kota Cirebon, maka mari kita jaga bersama kualitasnya,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman mengungkapkan, meskipun secara umum berjalan lancar, tantangan di lapangan tetap ada. Terutama faktor cuaca yang tidak menentu.
“Alhamdulillah, secara umum berjalan sesuai rencana, meski kita sering terkendala cuaca hujan yang cukup intens. Namun, respons masyarakat luar biasa beragam dan positif,” katanya.
Terkait kendala teknis, seperti lapak kosong atau penggunaan nomor lapak yang tidak sesuai, Iing menegaskan, pihaknya akan melakukan penertiban administratif. Langkah ini penting untuk menghadirkan keadilan bagi seluruh pedagang yang sudah mengantre izin.
“Melalui perbaikan yang berkelanjutan, Festival Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi pasar musiman, tetapi bertransformasi menjadi ikon wisata religi dan belanja,” katanya. (red)

