Siberasi.id – Demam ajang pencarian bakat dangdut kembali mengguncang Tanah Air. Kesuksesan fenomenal D’Academy 7 (DA7) membuat Indosiar kian kokoh sebagai “Home of Talent Search”. Kini siap melahirkan bintang baru lewat D’Academy 8 (DA8).
Setelah mencetak sederet penyanyi dangdut muda yang viral di berbagai platform digital seperti Tasya DA7, Valen DA7, April DA7, Arbil DA7, hingga Mila DA7, ajang ini kembali membuka peluang bagi generasi muda untuk menembus panggung nasional.
Antusiasme tinggi terlihat saat audisi offline digelar di Cirebon, Minggu (3/5/2026). Stadion Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon dipadati peserta dari berbagai daerah yang datang membawa mimpi besar menjadi bintang dangdut masa depan.
Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, menyebut capaian DA7 menjadi energi baru bagi penyelenggaraan musim kedelapan.
“Kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi talenta muda, baik melalui audisi offline maupun online,” ujarnya.
Suasana audisi semakin meriah dengan kehadiran penyanyi dangdut Melly Lee sebagai juri, serta penampilan April DA7, kebanggaan Cirebon yang sukses menembus tiga besar musim sebelumnya. Kehadiran mereka menjadi suntikan semangat bagi para peserta.
Salah satu peserta, Wahyu Ramadhan asal Riau, bahkan rela menempuh perjalanan hampir tiga hari demi mengikuti audisi. Baginya, panggung DA8 bukan sekadar kompetisi, melainkan jalan untuk mengubah nasib dan membahagiakan orang tua.
“Kalau lolos, ini hadiah terbesar untuk mama,” ungkapnya.
Melly Lee menilai kualitas peserta tahun ini semakin beragam dengan karakter yang kuat. Ia optimistis DA8 akan melahirkan bintang baru yang mampu bersaing di industri musik dangdut nasional.
Sementara itu, April DA7 menekankan pentingnya mental dan kesiapan diri.
“Bukan hanya suara, tapi mental dan niat yang kuat juga jadi kunci,” kata bintang dangdut asal Cirebon itu.
Audisi DA8 akan terus berlanjut ke Surabaya dan Jakarta hingga 10 Mei 2026. Indosiar memastikan proses seleksi ini gratis tanpa dipungut biaya, dengan harapan semakin banyak talenta muda dari berbagai daerah bisa unjuk kemampuan.
Melalui ajang ini, mimpi sederhana dari panggung daerah kembali dibawa menuju sorotan nasional—mencari satu nama baru yang siap bersinar sebagai ikon dangdut Indonesia berikutnya. (afi)

