Siberasi.id – Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat sekolah dasar di Kota Cirebon mendapat perhatian langsung dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat.
BBPMP Jabar melakukan pemantauan langsung di SDN 1 Kartini Kota Cirebon, Senin (20/4/2026), sebagai bagian dari pelaksanaan serentak TKA bagi siswa kelas 6 di seluruh Indonesia.
Kepala BBPMP Jawa Barat, Komalasari mengatakan, TKA menjadi instrumen penting pemerintah untuk membaca peta kemampuan akademik siswa sejak dini, khususnya pada aspek literasi dan numerasi.
“Melalui TKA ini kita bisa melihat capaian akademik siswa secara lebih terukur. Hasilnya akan menjadi dasar perbaikan pembelajaran, sekaligus digunakan sebagai salah satu syarat dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, TKA tidak berkaitan dengan kelulusan siswa. Penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan sekolah, sementara TKA berfungsi sebagai asesmen nasional untuk memperkuat kualitas pendidikan.
Pelaksanaan TKA sendiri dilakukan secara bertahap berdasarkan jenjang. Setelah SMA pada November 2025 dan SMP pada awal April 2026, kini giliran siswa SD yang mengikuti pada pekan ketiga April.
Selain memantau pelaksanaan TKA, BBPMP Jabar juga meninjau program prioritas pemerintah pusat, yakni revitalisasi sekolah. Program ini menjadi bagian dari percepatan peningkatan kualitas sarana pendidikan di berbagai daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan 34 sekolah dasar untuk mendapatkan bantuan revitalisasi pada tahun ini.
“Perbaikannya mencakup ruang kelas, ruang guru, toilet, hingga ruang UKS. Program ini sangat membantu karena kemampuan anggaran daerah masih terbatas,” katanya.
Ia menambahkan, peluang sekolah untuk mendapatkan bantuan sangat bergantung pada keaktifan dalam menginput data kondisi sarana prasarana melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Kalau data kerusakan diinput dengan baik, peluang mendapatkan bantuan lebih besar. Ini penting untuk diperhatikan oleh setiap sekolah,” kata Kadini.
Namun, tidak semua sekolah bisa langsung direvitalisasi. Untuk bangunan yang berstatus cagar budaya, proses perbaikan harus melalui izin khusus dari kementerian terkait.
Pemkot Cirebon berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut, mengingat masih banyak sekolah dengan kondisi rusak. Mulai sedang hingga berat yang membutuhkan penanganan segera. (afi)

