Siberasi.id – Pecahnya pipa induk milik PDAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon berdampak pada terganggunya distribusi air bersih kepada puluhan ribu pelanggan.
Titik pecah pipa induk jenis Ductile Cast Iron Pipe (DCIP) berdiameter 600 milimeter itu di kawasan Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebion pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 21.55 WIB.
Lantas, bagaimana PDAM Kota Cirebon menangani kebutuhan air pelanggan di saat proses perbaikan berlangsung?
Direktur PDAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Sopyan Satari, memperkirakan proses penanganan kerusakan pipa butuh waktu hingga dua hari. Selama masa perbaikan, pasokan air bersih ke pelanggan belum bisa berjalan normal.
Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan, PDAM Kota Cirebon mengambil langkah darurat dengan memanfaatkan mobil tangki untuk mendistribusikan air ke pelanggan.
Perusahaan daerah pelat merah milik Pemkot Cirebon itu menambah ketersediaan mobil tangki dengan meminjam ke beberapa perangkat daerah di Kota Cirebon. Termasuk juga meminjam mobil tangki air dari sejumlah PDAM di wilayah Ciayumajakuning.
“Saya sudah menghubungi PDAM di seluruh wilayah Ciayumajakuning. Kita meminta bantuan pinjam tangki air untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” kata Opang –sapaan akrab Sopyan Satari, Kamis (5/2/2026), di lokasi kejadian.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab PDAM Kota Cirebon dalam menjaga pelayanan kepada pelanggan, meski tengah menghadapi musibah kebocoran pipa induk.
“Meski dalam keadaan musibah, kami tetap berusaha bertanggung jawab untuk pemenuhan air bagi masyarakat,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 30 ribu pelanggan PDAM Kota Cirebon terdampak dan belum dapat menikmati layanan air bersih selama proses perbaikan berlangsung.
“Selama penanganan ini, pelanggan belum bisa mendapatkan kebutuhan air dari PDAM,” katanya. (afi)

