Siberasi.id – Selama masa angkutan Lebaran Idulfitri 2026 pada 11 Maret-1 April 2026 lalu, PT KAI Daop 3 Cirebon mendapati sedikitnya 89 temuan barang tertinggal milik penumpang, baik di dalam kereta api maupun stasiun.
Barang milik penumpang yang tertinggal bahkan tergolong berharga. Seperti, laptop, tablet, nintendo switch, koper, dompet, surat-surat penting, uang tunai, ponsel, smartwatch hingga emas.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin menyebutkan, nilai estimasi barang-barang tersebut mencapai Rp106.560.000. Pihaknya telah mengembalikan seluruh temuan barang tertinggal kepada pemiliknya.
Muhibbuddin menjelaskan, bagi penumpang yang merasa kehilangan barang, baik saat di dalam kereta api maupun di sekitar lingkungan stasiun, dapat melapor kepada kondektur yang sedang berdinas di dalam kereta.
“Atau petugas pengamanan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) yang sedang berdinas di stasiun, serta dapat melalui Contact Center KAI 121,” ungkap Muhibbuddin dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).
Setelah penumpang kereta api melakukan pelaporan kehilangan barang, selanjutnya PT KAI akan melakukan pencarian barang tersebut. Apabila dapat ditemukan saat itu juga, petugas PT KAI akan langsung menyerahkan kepada pelapor.
Namun jika barang belum bisa ditemukan, kata Muhibbuddin, petugas akan mengonfirmasi melalui sambungan telepon kepada pelapor terkait progres penanganan barang hilang tersebut.
“Dalam hal penemuan barang di dalam KA ataupun di lingkungan stasiun, KAI akan langsung memberikan pengumuman atas penemuan barang tersebut melalui pengeras suara,” katanya.
Jika setelah diumumkan, tidak ada pihak yang mengambil barang, maka barang akan disimpan di pos pengamanan stasiun dengan label barang temuan. Petugas juga akan memverifikasi dan menginput datanya ke dalam database lost and found layanan milik PT KAI.
“Dengan melakukan penginputan barang temuan tersebut ke dalam satabase lost and found, diharapkan dapat mempermudah dalam pencarian barang hilang tersebut,” jelasnya.
Sistem pendataan lost and found PT KAI sudah terhubung secara online. Pelanggan bisa mengaksesnya di berbagai stasiun.
“Sehingga pelapor yang merasa kehilangan barang dapat melaporkan barang tersebut di seluruh stasiun,” katanya. (red)

