Siberasi.id – Kirab budaya bertajuk Milangkala Tatar Sunda akan dilangsungkan di Kota Cirebon pada Minggu (10/5/2026) malam. Rencananya, 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat akan terlibat dalam kirab tersebut.
Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda, Dedi Sopandi mengungkapkan, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keterikatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan 27 kabupaten/kota di Jabar.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong penataan dan revitalisasi kawasan bersejarah di Kota Cirebon.
“Kegiatan ini bukan hanya kirab budaya, tetapi ada keterikatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota,” ungkap Dedi seusai rapat koordinasi persiapan di Balaikota Cirebon, Kamis (7/5/2026).
“Apa yang belum maksimal dilakukan daerah, nantinya bisa didukung oleh pemerintah provinsi. Kami berharap setelah kegiatan ini akan ada beberapa revitalisasi di Kota Cirebon, termasuk kawasan Kota Tua,” imbuhnya.
Dedi berharap, kawasan Kota Tua Cirebon ke depan dapat lebih tertata dengan baik. Mulai dari penerangan jalan umum, trotoar, hingga wajah kawasan heritage agar memiliki daya tarik budaya yang kuat.
“Kita ingin kawasan Kota Tua Cirebon punya kesan yang hidup dan nyaman. Selain itu, revitalisasi kawasan Alun-alun Kesultanan juga rencananya pada tahun 2027, agar wajah Kota Cirebon semakin indah,” tuturnya.
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda merupakan bagian dari napak tilas sejarah Mahkota Binokasih, simbol pemersatu dalam sejarah Tatar Sunda.
Melalui kegiatan tersebut, kata Dedi, pihaknya mengajak masyarakat untuk kembali mengingat nilai-nilai persatuan, budaya, dan semangat membangun daerah bersama-sama.
“Kita ingin mengingat kembali sejarah Tatar Sunda yang kaya budaya dan memiliki kejayaan besar. Semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menata negara, menata provinsi, menata kabupaten dan kota untuk kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Kirab budaya nantinya akan melibatkan penampilan seni dan budaya dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Rangkaian kirab dimulai dari kawasan Pelabuhan atau BAT/Taman Pedati Gede menuju Alun-alun Sangkala Buana dengan jarak sekitar 2,1 kilometer.
Rute tersebut akan dilalui iring-iringan kuda tunggang, Kereta Kencana Mahkota Binokasih, hingga delegasi seni budaya daerah.
Di titik akhir kirab, para tamu VIP termasuk gubernur Jabar akan menyaksikan atraksi budaya dari masing-masing daerah di panggung utama kawasan Alun-alun Kasepuhan.
Sementara itu, Walikota Cirebon, Effendi Edo menyatakan, pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan Pemprov Jabar dalam persiapan kirab budaya yang bertemakan ‘Nyuhun Buhun, Nata Nagara’ tersebut.
Pemerintah Kota Cirebon juga akan melakukan sejumlah penataan kawasan di sepanjang rute kirab, termasuk membersihkan coretan pada pintu-pintu toko dan tembok yang dilalui peserta kirab.
“Beberapa coretan vandalisme nanti akan kita tertibkan. Pemerintah kota akan mengeluarkan surat edaran melalui Pak Sekda agar pemilik toko dapat mengecat kembali bagian yang terkena coretan,” kata Edo.
“Sebagian juga akan dibantu oleh pemerintah provinsi. Selain itu, ada beberapa titik jalan berlubang yang juga akan dibantu penanganannya,” imbuhnya.
Pihaknya juga akan melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) dan atribut liar di rute kirab. Mengenai pengamanan, Pemkot Cirebon telah berkoordinasi dengan Polri, TNI dan stakeholder lainnya. (red)

