Siberasi.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon mengaku butuh anggaran hingga Rp100 miliar, jika ingin semua ruas jalan di Kota Cirebon mulus.
“Kalau ingin menuntaskan seluruh perbaikan jalan, butuh anggaran sekitar Rp80 miliar sampai Rp100 miliar. Itu baru untuk jalan, belum termasuk drainase, trotoar, dan jembatan,” ungkap Rachman Hidayat, Rabu (25/3/2026), di kantornya.
Rachman menuturkan, total panjang jalan di Kota Cirebon mencapai sekitar 139 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 91 persennya dalam kondisi mantap. Sedangkan sisanya sekitar 8-9 persen atau belasan kilometer masih membutuhkan perbaikan.
Rachman mengakui, pihaknya tak bisa sekaligus melakukan perbaikan terhadap jalan yang rusak. Pemkot Cirebon harus menentukan skala prioritas dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran.
Beberapa Kebutuhan Perbaikan Infrastruktur
Terdapat beberapa kebutuhan perbaikan infrastruktur yang masih terus diupayakan terkait pendanaannya. Seperti, sebut Rachman, perbaikan jembatan di Sungai Cikalong Jalan Rinjani Harjamukti yang membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar.
Untuk mencukupi kebutuhan itu, Pemkot Cirebon kini tengah mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Ada pula kebutuhan perbaikan jalan di kawasan Argasunya Harjamukti, pada akses menuju Bendakerep. Ruas jalan sepanjang 300 hingga 400 meter tersebut akan rencananya akan dibeton, guna meningkatkan ketahanan jalan.
Rachman menambahkan, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun ini ada yang difokuskan untuk perbaikan Jalan Kartini. Nilainya sekitar Rp4,4 miliar untuk peningkatan jalan dengan hotmix.
Sementara itu, Pemkot Cirebon di tahun ini mengalokasikan anggaran belanja untuk pemeliharaan jalan sekitar Rp9-10 miliar. Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
“Dengan kondisi anggaran yang ada, kami tetap berupaya maksimal. Yang terpenting adalah penanganan prioritas agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Rachman. (afi)

