Siberasi.id – Puluhan mahasiswa di Cirebon yang memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day harus menelan kekecewaan. Kedatangan mereka ke gedung DPRD Kota Cirebon, Jumat (1/5/2026), berakhir antiklimaks.
Sejak awal, mahasiswa datang dengan membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan buruh di Kota Cirebon. Mereka berharap dapat berdialog langsung dengan anggota DPRD yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.
Persis hanya ada Wakil Ketua DPRD, Fitrah Malik yang datang menemui mahasiswa. Di saat bersamaan, DPRD Kota Cirebon tengah melangsungkan bimbingan teknis (bimtek) di Jakarta. Tampak hadir juga Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Cirebon, Agus Suherman.
Situasi itu memicu kekecewaan di kalangan mahasiswa. Mereka menilai DPRD tidak serius merespons aspirasi publik.
Koordinator aksi, Sagam, menyampaikan bahwa ketidakhadiran komisi terkait menunjukkan lemahnya komitmen DPRD dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya buruh.
“Kami datang membawa isu yang jelas, terkait hak-hak buruh. Tapi tidak ada komisi yang bisa menjawab. Ini menunjukkan aspirasi kami tidak dianggap penting,” kata Sagam.
Ia menjelaskan, tuntutan yang disuarakan mencakup persoalan sistem outsourcing, pengawasan terhadap perusahaan, serta ketimpangan penerapan upah minimum di Kota Cirebon.
Mahasiswa semula merancang aksi tersebut sebagai forum dialog. Namun karena tidak mendapat tanggapan yang sesuai, mahasiswa memutuskan untuk mengakhiri aksi lebih awal.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran sejumlah anggota dewan dalam aksi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sebagian anggota DPRD sedang mengikuti kegiatan bimtek di Jakarta sejak Rabu hingga Jumat, sehingga belum dapat hadir secara lengkap.
“Kami mohon maaf karena memang ada kegiatan bimtek di luar kota. Saya sendiri baru tiba dan langsung datang setelah mendapat informasi adanya aksi,” kata Fitrah.
Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, pihaknya baru menerima tembusan pemberitahuan aksi May Day pada malam hari sebelumnya, sehingga koordinasi belum maksimal.
Meski demikian, Fitrah menegaskan, DPRD tetap membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, termasuk jika akan menggelar aksi lanjutan.
Sebelum ke gedung dewan, puluhan mahasiswa itu melakukan orasi terbuka di jalur Pantura, tepatnya di simpang empat Jalan Brigjen Darsono By Pass-Pemuda. Sembari membakar ban bekas, mereka juga sempat menyetop sebuah truk untuk dijadikan mimbar bebas di atasnya. (afi)

