Siberasi.id – Kesabaran warga Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon terhadap penolakan keberadaan tanaman kelapa sawit telah habis. Mereka akhirnya membabat kebun sawit yang sempat menuai kontroversi tersebut dengan alat seadanya, Jumat (16/1/2025).
Warga Cigobang mengaku kecewa terhadap pemilik perkebunan tersebut, sebab tak menepati janjinya yang akan mencabuti tanamam sawit pada 15 Januari 2026. Sehingga mereka memutuskan untuk mencabuti paksa tanaman sawit tersebut.
Salah seorang warga, Rohana (67), menyebut penanaman sawit dapat berpotensi mengganggu stabilitas ekologis di wilayah tersebut. Terlebih lagi, penolakan telah disuarakan sejak beberapa waktu lalu.
“Kami takut kalau sawit ini dibiarkan, desa kami bisa kekeringan dan rawan longsor. Kami benar-benar tidak mau sawit di sini,” kata Rohana.
Rohana menyayangkan pihak perusahaan pemilik perkebunan sawit tidak menepati janjinya untuk membabat tanaman sawit pada 15 Januari 2026. “Janji itu tidak ditepati, jadi kami bergerak sendiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Cigobang, M Abdul Zei, mengatakan pihaknya sudah berupaya menahan gejolak warga terhadap persoalan keberadaan kebun sawit hampir selama sebulan. Warga secara bulat menolak keberadaan kebun sawit di desanya.
“Masyarakat menuntut tidak ada sawit di Desa Cigobang,” katanya.
Zei menyebutkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon dan DPRD terkait persoalan tersebut. Beberapa waktu lalu bahkan telah musyawarah, termasuk menghadirkan pemilik perkebunan sawit. Kesepakatannya adalah tanaman sawit itu dipindah.
Di areal lahan seluas 2,5 hektare tersebut telah tertanam sekitar 400 pohon tanaman kelapa sawit. Penolakan warga sudah sejak beberapa waktu lalu. Bahkan, Bupati Cirebon, Imron, juga telah mendatangi lokasi tersebut dan menyatakan siap membantu menyediakan jenis tanaman lain sebagai pengganti sawit. (afi)

