Siberasi.id – Di tengah proses normalisasi Kali Sukalila Kota Cirebon menuju penataan kawasan, serbuan sampah menjadi salah satu tantangan yang seolah tak berkesudahan.
Pembersihan besar-besaran pun kembali dilakukan untuk membersihkan sampah yang memenuhi Kali Sukalila, Senin (13/4/2026). Padahal belum lama ini, sudah ada upaya pembersihan dari sampah.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo yang datang meninjau langsung mengatakan, pihaknya sebenarnya rutin melakukan pembersihan terhadap Kali Sukalila yang saat ini akan menghadapi penataan kawasan.
“Setiap minggu, bahkan beberapa hari sekali kami bersihkan. Tapi dalam satu minggu terakhir ini sampahnya luar biasa banyak lagi,” kata Edo.
Pihaknya menyesalkan masih adanya masyarakat yang membuang sampah ke sungai atau kali. Padahal tindakan tersebut jelas merusak ekosistem. Terlebih Kali Sukalila yang saat ini tengah berbenah.
Menurutnya, Kali Sukalila akan menjadi ruang publik baru bagi warga Kota Cirebon melalui tahapan penataan. Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat yang masih membuang sampah ke kali untuk setop.
“Jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke Kali Sukalila. Ke depan ini akan jadi tempat berkumpul masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah jangka pendek, Pemkot Cirebon akan kembali memasang jaring penahan sampah di kawasan Jalan KS Tubun. Selain itu, proses pengangkutan sampah juga secara manual untuk menjangkau tumpukan yang sulit terjangkau alat berat.
Selanjutnya, sampah hasil pembersihan akan diangkut ke TPA Kopiluhur. Jumlahnya diperkirakan hingga 10 truk sampah.
Tak hanya itu, Pemkot Cirebon juga mulai mengambil langkah tegas dengan menerapkan sanksi bagi pembuang sampah sembarangan, berdasarkan Perda Nomor 4/2018 tentang Pengelolaan Sampah.
“Sore ini kami pasang spanduk larangan di sepanjang Kali Sukalila dan Kalibaru. Ada sanksi hukum dan denda. Kami juga siagakan petugas Linmas untuk pengawasan,” kata Edo. (afi)

