Siberasi.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon pada Januari 2026 ini melayani 2.481 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jumlah itu mengalami peningkatan dibanding Desember 2025, yaitu sebanyak 1.451 penerima manfaat. SPPG yang dikelola Yayasan Maulana Hoedi Makayasa itu melayani penerima manfaat yang berasal dari sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar, serta posyandu yang berada di Kelurahan Kemantren.
Ketua Yayasan Muala Hoedi Makayasa, Aryono Suryo Kusumo, mengatakan pihaknya telah beroperasi menjadi bagian dari pelaksana program strategis Presiden Prabowo Subianto itu sejak Desember 2025. Namun peresmiannya baru pada Kamis (29/1/2026).
Peresemian operasional SPPG Kemantren bahkan dihadiri langsung Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI), Marsdya TNI Samsul Rizal. Sebelumnya, SPPG Kemantren telah melewati tahapan verifikasi sesuai ketentuan.
“SPPG Kemantren telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan serta sejumlah sertifikat persyaratan sebagai SPPG,” ungkap Aryono.
Untuk menjamin keamanan dan kualitas pangan, pihak pengelola menerapkan pengawasan ketat melalui pemeriksaan rutin setiap hari terhadap petugas yang terlibat dalam proses penyediaan makanan.
“Pemeriksaan dilakukan mulai dari chef, ahli gizi, hingga proses pendistribusian makanan kepada penerima manfaat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI), Marsdya TNI Samsul Rizal. Dalam kesempatan tersebut meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Gegunung serta membagikan makanan kepada para siswa.
Secara nasional, hingga saat ini sebanyak 19.188 SPPG telah beroperasi dengan total penerima manfaat mencapai 5,52 juta orang yang tersebar di 38 provinsi.
“Pemerintah menargetkan pada tahun 2026 pembangunan 32 ribu SPPG dengan cakupan penerima manfaat hingga 82 juta orang,” kata Samsul. (afi)

