Siberasi.id – Program ketahanan pangan dalam negeri terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan geopolitik global. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pengembangan tanaman sorgum yang dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif.
Upaya penguatan ketahanan pangan tersebut salah satunya diwujudkan melalui panen perdana tanaman sorgum yang dilaksanakan di lahan Satuan Pelayanan UPTD Balai Benih Padi dan Palawija Plumbon, Kabupaten Cirebon pada Kamis (5/3/2026).
Tanaman sorgum dinilai memiliki banyak keunggulan. Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan pengganti beras maupun gandum, sorgum juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.
Melalui inovasi teknologi pengolahan, PT Dirgantara Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong pemanfaatan sorgum menjadi berbagai produk, seperti tepung, gula, hingga sumber energi biomassa dan bioetanol.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan sorgum memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena merupakan tanaman multiguna yang dapat dimanfaatkan hampir di seluruh bagiannya.
“Sorgum yang kita panen ini ditanam sekitar tiga bulan lalu di lahan seluas 1,5 hektar dan sekarang sudah bisa dipanen. Dalam satu kali tanam bahkan bisa dilakukan hingga tiga kali panen,” ujar Erwan.
Tanaman ini, sambung Erwan, multiguna karena bijinya bisa menjadi alternatif sumber pangan, batangnya bisa dijadikan bioetanol maupun biomassa, sedangkan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Menurutnya, dari hasil panen tersebut potensi produksi sorgum cukup besar. Potensi panennya bisa menghasilkan sekitar 10 sampai 15 ton batangnya saja, sedangkan biji sorgumnya sekitar 30 ton.
“Bahkan bibitnya juga bisa dimanfaatkan untuk penanaman hingga sekitar 150 hektar lahan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Gita Amperiawan, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus diwujudkan, terlepas dari kondisi geopolitik global.
“Ketahanan pangan itu mandatory, terlepas dari geopolitik global atau apa pun. Dengan lahan pertanian yang subur, tinggal bagaimana kami dari PTDI memberikan nilai tambah melalui teknologi. Dari teknologi itu kita bisa mengolah sorgum menjadi produk yang marketable, baik di tingkat nasional maupun global,” kata Gita.
Pemerintah berharap pengembangan tanaman sorgum dapat terus diperluas ke berbagai daerah. Dengan demikian, komoditas ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan. (afi)

