Siberasi.id – Tiga calon sekretaris daerah (sekda) Kota Cirebon tengah ‘bertarung’ sengit. Dua nama jadi unggulan. Namun satu lainnya bisa jadi kuda hitam.
Dua nama yang jadi unggulan yakni Iing Daiman, kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) dan M Arif Kurniawan, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon.
Sementara satu nama lainnya yaitu Agus Herdyana, kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Cirebon.
Berdasarkan informasi di lingkungan Balaikota Cirebon menyebutkan, ‘angin’ dalam bursa calon sekda lebih mengarah ke Iing dan Arif. Keduanya lebih memiliki pengalaman di jabatan eselon II, bahkan sama-sama pernah menjadi Penjabat (Pj) sekda.
Meski demikian, Aher –sapaan akrab Agus Herdyana, dinilai berpotensi menjadi ‘kuda hitam’. Lantaran memiliki kematangan dalam menyusun perencanaan pembangunan. Ia bisa menjadi alternatif pilihan strategis bagi walikota dalam penentuan sekda.
Sementara itu, Pj Sekda Kota Cirebon, Sumanto menyebutkan, tiga nama tersebut memang menjadi calon sekda definitif berdasarkan penilaian berbasis manajemen talenta. Bahkan sudah mengikuti proses sejenis penilaian langsung pada Sabtu (11/4/2026).
“Semua para pejabat yang akan dipromosikan atau dirotasi, kita lihat persyaratan administrasinya, lalu kemampuan manajerial, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, kemudian mereka juga harus mampu pengendalian risiko,” ungkap Sumanto, di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).
Sumanto menjelaskan, total ada 18 orang yang mengikuti proses penilaian langsung untuk pengisian enam jabatan eselon II merupakan hasil dari penilaian kinerja berbasis sistem merit. Mereka juga tidak bisa memilih jabatan.
“Yang menilai itu Komite Manajemen Talenta. Jadi mereka tidak bisa memilih ingin di jabatan mana. Semuanya berdasarkan penilaian objektif,” katanya.
Mekanisme ini berbeda dengan lelang jabatan atau open bidding, yang mana pejabat bisa mendaftar seleksi pada jabatan yang ia inginkan. Pada manajemen talenta, tidak ada pendaftaran terbuka. Semua berbasis rekam jejak kinerja.
“Jadi tahapannya bukan seleksi terbuka, melainkan penilaian berbasis sistem merit,” ucapnya.
Kriteria Sekda
Terkait bursa calon sekda, Sumanto mengatakan, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang sekda ke depan. Sebagai jabatan strategis, sekda harus mampu mengoordinasikan seluruh perangkat daerah.
“Sekda itu jabatan strategis. Harus mampu mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, menjalin komunikasi dengan pihak luar, DPRD, hingga bersinergi dengan instansi vertikal,” tuturnya.
Makanya, sambung Sumanto, tak hanya administrasi dan pengalaman, para calon sekda juga diuji melalui penyusunan policy brief atau ringkasan arah kebijakan.
Dari situ, kemampuan merumuskan arah kebijakan dan menyinergikan program antar organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi penilaian penting.
“Bagaimana mereka menyusun kebijakan, menyatukan program antardinas, dan meminimalkan potensi konflik, itu juga yang kita lihat,” katanya.
Setelah penilaian langsung oleh Komite Manajemen Talenta, berikutnya diajukan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk mendapatkan rekomendasi. Barulah nanti walikota menentukan pejabat yang akan dilantik pada jabatan eselon II. (afi)

