Siberasi.id – Pihak pengelola tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Astra Tol Cipali bersama kepolisian memberlakukan buka-tutup rest area. Pemberlakuan itu secara situasional pada saat arus balik Lebaran 2026 ini.
Sustainability Management and Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo dalam keterangannya menyampaikan, pihaknya memberlakukan buka-tutup rest area untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan.
“Untuk kenyamanan dalam memanfaatkan fasilitas istirahat, Astra Tol Cipali bersama kepolisian wilayah memberlakukan sistem buka-tutup secara situasional di seluruh rest area ruas Tol Cipali,” ungkap Ardam, Selasa (24/3/2026).
Kebijakan ini berlaku di rest area KM 86, 102, 130, dan 166 jalur one way, serta rest area KM 164, 130, 101, dan 77 jalur normal.
Apabila rest area terpantau penuh, Ardam mengimbau, pengguna jalan untuk tidak berhenti di bahu jalan maupun memaksakan diri mengantre di jalur utama sebelum masuk area istirahat.
“Karena dapat memicu perlambatan arus,” ucapnya.
Sebagai alternatif, pengguna jalan dapat beristirahat di rest area berikutnya atau memanfaatkan tempat peristirahatan di luar gerbang tol terdekat.
“Kami menjamin bahwa total akumulasi tarif tol tetap sama (berdasarkan jarak kilometer yang ditempuh), meskipun pengguna jalan keluar-masuk gerbang tol untuk beristirahat,” tutur Ardam.
Update Jumlah Kendaraan yang Melintas
Sementara itu, berdasarkan data periode pukul 00.00 hingga 17.00 WIB pada Selasa (24/3/2026) atau H+3 Lebaran ini, arus lalu lintas one way menuju Jakarta di ruas Tol Cipali terpantau terus meningkat.
Tercatat sekitar 74 ribu kendaraan telah melintasi eks gerbang Tol Cikopo menuju arah Jakarta, atau sekitar 92 persen dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya.
Meskipun kendaraan terus mengalami peningkatan, implementasi rekayasa lalu lintas one way dapat menjaga arus lalu lintas tetap bergerak lancar dan terkendali.
Astra Tol Cipali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, serta menjaga jarak aman antarkendaraan.
“Dan wajib mematuhi arahan petugas di lapangan selama masa pemberlakuan rekayasa lalu lintas,” kata Ardam.
Guna menjaga keselamatan bersama, sambungnya, pihaknya mengimbau pengguna jalan untuk tidak berpindah jalur maupun menggunakan u-turn selama one way berlangsung.
“Apabila perlu berganti jalur, silakan keluar melalui gerbang tol terdekat dan melanjutkan perjalanan dengan masuk kembali ke jalur yang diinginkan,” jelasnya. Pihaknya memastikan tidak ada tambahan tarif.
“Kami juga mengimbau agar tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat,” katanya. (afi/*)

