Siberasi.id – Diam-diam, Walikota Cirebon Effendi Edo tengah menyiapkan ‘kabinet’ barunya. Ada enam jabatan eselon II yang akan diisi, termasuk jabatan sekretaris daerah (sekda) definitif.
Kini sudah ada 18 pejabat yang jadi calon untuk menempati keenam jabatan strategis tersebut. Masing-masing jabatan terdapat tiga orang calon. Mereka semuanya sudah mengikuti seleksi melalui sistem manajemen talenta pada Sabtu (11/4/2026), di Hotel Grand Tryas Kota Cirebon.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada posisi sekda terdapat tiga calon, yakni Agus Herdyana, Arif Kurniawan dan Iing Daiman. Sedangkan calon kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yakni, Eko Budiyanto, Andi Wibowo dan Ade Cahyaningsih.
Pada jabatan kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) calonnnya yakni Andi Riskiyanto, Agus Sahron dan Muhammad Izzuddin. Tiga orang calon kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yakni, Fina Amalia P, Siti Djulaeha dan Rachmawaty Neni T.
Berikutnya, calon kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yakni, Icip Suryadi, Yoga Pramono dan M Riswanto. Sementara pada jabatan kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS), calonnya yakni Tubagus Maulana Yusuf, M Luthfy Iqbal dan Andi Azis.
Proses seleksi terhadap mereka dilakukan Komite Talenta yang diketuai Pj Sekda Kota Cirebon Sumanto. Di dalamnya terdapat pula unsur akademisi hingga pejabat Pemprov Jabar.
Dalam mekanisme manajamen talenta ini, para peserta tidak mendaftar. Mereka dihasilkan berdasarkan pembasisan capaian kinerja melalui talent box. Berbeda dengan open bidding yang notabene harus mendaftar terlebih dahulu.
Uniknya, dari enam jabatan esleon II yang akan diisi melalui manajemen talenta itu terdapat dua jabatan yang saat ini masih terdapat pejabat definitifnya. Keduanya yakni kepala DKIS dan DLH.
Itu artinya, kepala DKIS dan DLH yang saat ini masih menjabat hampir pasti akan diganti oleh pejabat baru nantinya. Berbeda dengan empat jabatan lainnya yang memang terjadi kekosongan pejabat definitif.
Tinggalkan Open Bidding, Mulai Manajemen Talenta
Sementara itu, Pemkot Cirebon resmi menerapkan sistem manajemen talenta melalui peluncuran pada 23 Desember 2025 lalu. Tidak ada lagi open bidding dalam pengisian jabatan eselon II.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati kala itu menjelaskan, penerapan ini berdasarkan Keputusan Walikota Nomor 240 Tahun 2025 dan Keputusan Kepala BKN Nomor 797 Tahun 2025.
Sri menerangkan, manajemen talenta di Kota Cirebon dibangun melalui lima tahapan utama, mulai dari penguatan kelembagaan hingga implementasi nyata dalam pengisian jabatan.
Sejak tahun 2019 hingga 2025, lanjut Sri, pihaknya telah melakukan pemetaan dan profiling kompetensi terhadap 1.461 ASN. Data ini telah terintegrasi dalam sistem informasi “SIMANTAN Terindah” (Sistem Manajemen Talenta Terindah) yang terhubung langsung dengan SIASN BKN.
“Ini menegaskan bahwa manajemen talenta di Kota Cirebon tidak hanya berhenti pada pengolahan data, tetapi telah menjadi dasar nyata dalam pengambilan keputusan organisasi,” katanya. (afi/*)

