Siberasi.id – Beberapa sekolah, baik SD maupun SMP negeri di Kota Cirebon kerap kali dipersepsi sebagai sekolah favorit. Kondisi itu tidak boleh terus menerus berlangsung.
Hal tersebut seperti disampaikan Walikota Cirebon, Effendi Edo saat melantik 16 kepala sekolah dan jajaran Dewan Pendidikan Kota Cirebon, di halaman Balaikota Cirebon, Rabu (29/4/2026).
Edo mendorong para kepala sekolah yang baru dilantik untuk menghadirkan inovasi dan terobosan, demi meningkatkan mutu pendidikan secara merata.
Ia menargetkan seluruh sekolah di Kota Cirebon mampu mencetak siswa yang cerdas dan berdaya saing.
“Semua sekolah harus berkualitas. Tidak ada lagi istilah sekolah favorit, karena semuanya harus menjadi yang terbaik,” kata Edo.
Politisi Partai Golkar itu ingin, semua sekolah yang ada di bawah kewenangan Pemkot Cirebon memiliki kualitas yang sama dan merata.
“Semua harus memiliki kualitas yang sama, setara. Jangan lagi ada istilah favorit,” katanya.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih, mengungkapkan terdapat tiga guru yang mendapat promosi dan 13 guru yang dirotasi.
Selain itu, penempatan juga dilakukan di SMPN 6 Kota Cirebon dan Sekolah Luar Biasa (SLB), dengan total 15 tenaga pendidik, serta tiga guru dari jenjang sekolah dasar yang dipromosikan.
Menurut Ade, seluruh proses dilakukan secara transparan dan berbasis sistem digital melalui manajemen talenta. Mekanisme tersebut terintegrasi dengan sistem KSPS dan IMUT, yang langsung terhubung ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan pendampingan BKPSDM.
“Semua sudah melalui sistem, mulai dari seleksi hingga rotasi dan mutasi, sehingga lebih objektif dan akuntabel,” jelasnya.
Ia pun berharap para kepala sekolah dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa perubahan positif di lingkungan pendidikan masing-masing. (afi)

