Siberasi.id – Polemik pembongkaran besi bekas rel kereta api di sisi jembatan Kali Sukalila terus bergulir. Setelah Polres Cirebon Kota menindaklanjuti aduan masyarakat (dumas), kini giliran DPRD Kota Cirebon merespons.
DPRD Kota Cirebon sudah mengagendakan untuk mengundang Walikota Cirebon, Effendi Edo dan pihak terkait lainnya untuk membahas persoalan tersebut pada Rabu (22/4/2026).
Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Umar Stanis Klau membenarkan, pihaknya sudah mengagendakan rapat dengar pendapat terkait hal tersebut.
“Ini bukan persoalan sederhana. Ketika sudah menyangkut sejarah, budaya, dan peradaban, maka pendekatannya harus komprehensif, tidak bisa parsial,” ungkap Umar melalui sambungan ponselnya, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, rel kereta yang diduga telah ada sejak era 1890-an memiliki nilai historis tinggi dan berpotensi masuk kategori cagar budaya.
“Seharusnya pemerintah daerah berkonsultasi dengan para ahli, budayawan, pemangku adat, hingga tim ahli cagar budaya (sebelum membongkar). Jangan sampai keputusan diambil tanpa dasar kajian yang kuat,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menyoroti lemahnya komunikasi lintas sektor pada proses awal. Ia menyebut, Pemkot Cirebon tak melibatkan para pihak terkait dalam perencanaan penataan Kali Sukalila. Khususnya saat hendak membongkar eks rel kereta api tersebut.
“Yang terlihat selama ini hanya komunikasi terbatas. Padahal banyak pihak yang seharusnya diajak duduk bersama,” katanya.
Melalui rapat dengar pendapat, DPRD berupaya menghadirkan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan instansi teknis, guna membuka ruang dialog yang lebih luas dan transparan.
Di sisi lain, Umar mendorong agar pembangunan Kota Cirebon tetap menjaga identitas sejarahnya. Ia menilai, kekayaan budaya yang ada di Kota Cirebon bisa menjadi daya tarik wisata jika dikelola dengan tepat.
Ia pun menawarkan pendekatan alternatif berupa revitalisasi, bukan pembongkaran total. Infrastruktur lama seperti rel atau jembatan bersejarah, kata Umar, masih bisa difungsikan sebagai destinasi wisata dengan sentuhan perencanaan yang matang.
Sebelumnya, Walikota Cirebon, Effendi Edo menyatakan siap jika DPRD Kota Cirebon sampai merespons aspirasi dari pihak-pihak yang mempersoalkan pembongkaran tersebut.
“Kalau DPRD mau mengundang, insya Allah saya siap datang. Tapi sejauh ini belum ada konfirmasi,” kata Edo pada Sabtu (18/4/2026) lalu. (afi)

