Siberasi.id – Fenomena balap lari di Jalan Syekh Datul Kahfi, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon mulai meresahkan. Digelar pada malam hingga dini hari saat bulan Ramadan, menutup akses jalan, sampai dugaan jadi ajang taruhan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan remaja sudah berkumpul sekitar pukul 00.00 WIB, Jumat (6/3/2026). Mereka menutup akses jalan arah simpang empat Plered menuju Trusmi.
Balap lari itu melibatkan dua remaja dalam setiap sesinya. Mereka lepas baju, lalu berpacu kecepatan lari dengan jarak sekitar 100 meter. Sementara puluhan orang lainnya berjajar di sisi arena balap lari, bersorak sorai.
Salah seorang pedang di kawasan tersebut, Yanto mengatakan, balap lari ini berlangsung sekitar satu hingga dua jam. Biasanya mulai pukul 00.00 WIB, bahkan sampai menutup akses jalan.
“Selama bulan puasa ini hampir setiap malam ada, biasanya mulainya pukul 00.00 WIB. Kalau mau start, biasanya mereka menutup jalan yang menuju arah Desa Trusmi,” kata Yanto.
Ia menambahkan, peserta balap lari ini bukan untuk berolahraga. Namun dugaan taruhan justru lebih kuat. Bahkan kabarnya nilai taruhannya cukup besar, kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
“Kata anak-anak yang sering nonton, taruhannya sampai jutaan rupiah. Bukan per orangan, tapi beberapa orang itu patungan uangnya,” katanya.
Selain itu, fenomena balap lari di Weru Cirebon itu juga membuat pengguna jalan merasa takut. Mereka mengira bahwa kerumunan tersebut adalah geng motor.
“Banyak warga yang putar balik karena ketakutan. Mereka sangka para pemuda ini geng motor yang sedang melakukan tawuran,” tutur Yanto.
Warga berharap aparat dapat meningkatkan patroli di lokasi tersebut, agar fenomena balap lari yang mengganggu dan terindikasi jadi ajang judi bisa dibubarkan.
“Kalau hanya olahraga, mungkin tidak masalah,” katanya. (afi)

