Siberasi.id – Persoalan sampah di Pantai Kesenden Kota Cirebon seperti tak ada habisnya. Tumpukan sampah menutupi bibir pantai. Mencemati ekosistem di darat dan laut.
Fenomena itu pernah viral pada pertengahan 2023 lalu. Sampai-sampai kala itu komunitas Pandawara Grup bersama puluhan ribu orang lainnya melakukan aksi bersih-bersih serentak.
Belum genap tiga tahun, kondisi Pantai Kesenden hampir sama dengan saat itu. Sampah menumpuk di sepanjang bibir pantai.
Atas kondisi tersebut, Jumat (5/2/2026), sekitar 400 orang yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar dan masyarakat umum kembali melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Kesenden.
Danrem 063/Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, yang turut ikut dalam aksi bersih-bersih itu menyampaikan, kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan 400 orang.
“Hari ini kami bersama Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta anak-anak sekolah melaksanakan pembersihan Pantai Kesenden, Kota Cirebon,” ungkap Hista.
Langkah tersebut juga sekaligus sebagai tindaklanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya menjaga lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, mereka menghadapi kendala. Salah satunya ketebalan sampah yang berkisar 1-2 meter. Oleh karenanya, kata Hista, pihaknya menerjunkan excavator amphibi untuk memaksimalkan pembersihan Pantai Kesenden.
“Kendala bukan berarti tidak bisa. Kami optimis kawasan pantai ini akan bersih dari sampah,” ucapnya.
Tumpukan sampah itu sebagian besar berasal dari sampah yang terbawa aliran sungai dan bermuara ke laut Cirebon.
Sementara itu, Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini menyampaikan pantai di Kota Cirebon mempunyai karateristik yang beda dengan pantai di daerah lain.
“Karakteristik pantai di Kota Cirebon umumnya akresi akan penambahan sedimen dari laut,” kata Fina.
Pihaknya juga sudah berkoodinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) untuk memasang jaring sampah di sungai, agar mencegah sampah tidak masuk ke muara.
“Kami mengusulkan tiga titik pemasangan jaring kepada BBWS, terutama sungai yang di perbatasan kabupaten kota,” katanya. (afi)

