Siberasi.id – Banjir yang melanda beberapa wilayah di timur Kabupaten Cirebon tidak hanya merendam permukiman warga. Fasilitas pendidikan pun tak luput dari terjangan air. Seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Pangenan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, air berwarna coklat keruh dengan ketinggian antara 70-80 sentimeter merendam semua bangunan sekolah. Baik ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, maupun halaman sekolah.
Atas kondisi tersebut, aktivitas belajar pun ditiadakan di sekolah. Ironisnya, banjir yang menerjang SMPN 2 Pangenan itu terjadi untuk yang kesekian kalinya. Nyaris setiap hujan dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama, bangunan sekolah terendam banjir.
Salah seorang siswa, Bunga Riska, mengungkapkan sekolahnya hampir selalu kebanjiran jika musim hujan tiba. “Setiap hujan deras, air pasti masuk ke sekolah,” ungkap Bunga, saat berada di ruang kelasnya, Selasa (3/2/2026).
Pelajar kelas IX itu mengakui, apabila setelah banjir melanda sekolahnya, semua sivitas akademika melakukan kerja bakti membersihkan lumpur sisa banjir. Mereka berharap ada penanganan jangka panjang oleh Pemkab Cirebon, guna menghentikan “tradisi” kebanjiran.
“Kita lelah dengan kondisi seperti ini. Kalau banjirnya sudah surut, kita semua harus membersihkan sisa lumpurnya. Kita berharap ada solusi penanganan jangka panjang,” tutur Bunga.
Di sisi lain, meski pihak sekolah meliburkan aktivitas belajar siswa, kondisi berbeda terjadi pada distribusi Makan Bergizi Gratis. Kendati belajarnya libur, tapi penyaluran MBG di sekolah itu jalan terus. Makanya sejumlah siswa tetap dating untuk mengambil MBG. (afi)

