Siberasi.id – Pusat Kuliner Pasar Batik Trusmi yang berada di Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, kini tampak sepi pengunjung.
Penurunan jumlah pengunjung semakin tarasa bagi para pedagang setelah ketiadaan event di lokasi tersebut, setidaknya sejak Desember 2025. Para pedagang yang notabene warga setempat, kini seakan merasa merana di “rumah” sendiri.
Salah seoran pedagang di Pusat Kuliner Pasar Batik Trusmi, Usman, mengaku jumlah pengunjung semakin menurun drastis. Terlebih sejak tidak adanya event yang digelar di sana.
“Di sini ramainya kalau ada event saja. Sekarang kondisinya sepi dan tempatnya menjadi kumuh,” ungkap Usman, Senin (2/2/2026).
Ia menuturkan, sepinya kawasan yang semula digadang-gadang akan menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat itu membuat banyak pedagang memilih angkat kaki.
Dari sekitar 50 pedagang di bagian dalam, saat ini tersisa sekitar 12 pedagang. Sedangkan, sambung Usman, pedagang di area luar, sepanjang Jalan H Abas sampai gapura akses masuk Pusat Kuliner Pasar Batik Trusmi, semula ada sekitar 206 pedagang, kini tersisa sekitar 112 pedagang.
Penyebab utama kondisi itu terjadi ialah sepinya pengunjung. Kendati fasilitas kios gratis bagi pedagang, namun juga ada beberapa bagian bangunan yang rusak tak kunjung mendapat perbaikan.
Tidak Ada Event yang Jadi Daya Tarik
Sementara itu, Kabid Sarana dan Pelaku Distribusi Disdagin Kabupaten Cirebon, Ardiles Alfa Jatiwantoro, mengakui bahwa di lokasi tersebut tidak ada lagi event yang bisa menjadi daya tarik pengunjung.
Ia menambahkan, selama ini keramaian di Pusat Kuliner Pasar Batik Trusmi ditopang oleh event bergiliran yang melibatkan semua kecamatan di Kabupaten Cirebon. Setiap pekannya, ada satu kecamatan yang mendapatkan kesempatan untuk membuat event di sana.
“Event itu off sejak tanggal 14 Desember 2025 lalu. Biasanya setiap pekan itu kan digilir, satu kecamatan untuk mengisi event agar pusat kuliner di Weru itu ramai. Kebetulan 40 kecamatan sudah selesai semua mendapatkan gilirannya,” tutur Ardiles.
Pihaknya menyadari ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Seperti, akses masuk ke kawasan tersebut. “Kita akan hidupkan lagi event-even mingguan untuk menarik minat pengunjung,” katanya. (afi)

