Siberasi.id – Suka cita menyambut tahun baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi tampak terpancar di Vihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon.
Sehari menjelang perayaan Imlek pada Selasa (17/2/2026), berbagai persiapan dilakukan di vihara tertua di Cirebon itu. Mulai dari bersih-bersih areal vihara, penataan ratusan lilin, hingga memastikan posisi lampion di langit-langit dan merapikan perlengkapan lainnya.
Nuansa merah dan keemasan mendominasi ornamen di sejumlah sudut vihara. Deretan lilin berukuran besar dan dupa yang akan memancarkan aroma khasnya, telah siap menyambut Imlek. Pancaran cahaya seakan menjadi simbol kejernihan hati yang memancar.
Di bagian altar utama, terlihat berjejer pelbagai persembahan. Ada buah-buahan, kue keranjang, hingga bingkisan berbalut kemasan rapi dan berpita merah. Semua harus terjaga, hingga malam Imlek dengan segala kekhidmatannya.
Ditemui di sela-sela persiapannya, Pengurus Vihara Dewi Welas Asih Kota Cirebon, Hendra, mengatakan dalam memulai rangkaian kegiatan, ritual mencuci rupang menjadi pembuka. Ritual itu sebagai simbol pembersihan diri dan tempat ibadah sebelum memasuki tahun baru.
“Setiap menjelang Imlek, kami melakukan pencucian rupang sebagai bentuk penyucian dan persiapan spiritual,” ungkap Hendra, Senin (16/2/2027).
Selain itu, pengurus vihara juga menyiapkan sebanyak 200 pasang lilin dengan ukuran bervariasi yang akan dinyalakan pada malam pergantian tahun. Mereka memasang lilin-lilin tersebut di area utama vihara dan menjadi bagian penting dalam tradisi perayaan Imlek.
“Tahun ini kita pasang lilin yang dominasi ukuran besar. Semua berasal dari sumbangan jemaat sesuai kemampuan masing-masing,” kata Hendra.
Menurutnya, antusiasme jemaat tetap tinggi dalam menyambut Imlek meskipun perayaan tahun ini berlangsung lebih sederhana. Kendati sederhana, namun tidak mengurangi makna bahwa tahun baru harus lebih baik dari sebelumnya. (afi)

