Siberasi.id – Rasidi harus menerima kenyataan tak mengenakan. Sepulang berjualan es doger, ia mendapati rumahnya rusak. Tertimpa reruntuhan tanah, material longsoran.
Ya, rumah Rasidi yang terletak di RT 5 RW 2 Desa Gemulungtonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon berada di bawah tebing. Sekira 10 meter tingginya. Pada Senin (2/2/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB, longsoran tanah menghantam bagian belakang rumahnya.
Kala itu hujan memang turun dengan deras. Durasinya juga cukup lama. Rupanya, tanah pada tebing di belakang rumah Rasidi tak kuat menahan air hujan dengan volume cukup tinggi.
“Saat itu saya baru pulang jualan, istri sedang salat. Saya sempat membereskan saluran air, tiba-tiba terdengar suara tanah ambruk,” ungkap Rasidi.
Sang istri terkejut dan berteriak. Rasidi lantas bergegas mengecek ke bagian belakang rumah. “Ternyata tembok dapur sudah jebol dihantam longsoran tanah,” ujarnya.
Rasidi sebenarnya menyadari akan potensi longsor menimpa rumahnya. Berada di dekat tebing setinggi 10 meter, posisi rumahnya berada di lokasi yang tergolong rawan.
Makanya, setiap saat hendak memasuki musim penghujan, ia kerap membuat saluran air di atas tebing untuk mengarahkan aliran air hujan. Agar tidak mudah mengikis struktur tanah di atasnya.
“Setiap mau musim hujan saya selalu bikin saluran air. Tapi kemarin hujannya besar sekali. Air dari atas turun deras, tanah tidak kuat menahan,” tuturnya.
Kendati bagian belakang rumahnya sudah jebol, Rasidi tidak tinggal diam. Ia berusaha keras mempertahankan huniannya itu agar tidak mengalami kerusakan yang meluas. Olehnya, bagian belakang rumah ditopang oleh kayu penyangga seadanya.
Kini, untuk sementara, Rasidi bersama keluarga mengungsi ke rumah kerabatnya. Sekalipun berharap rumahnya tidak mengalami rusak lebih parah, tapi Rasidi mengutamakan keselamatan keluarganya.
Di sisi lain, ia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk menanggulangi potensi longsor susulan atau bahkan lebih besar dari itu. Penataan aliran air di bagian atas tebing, menurut Rasidi, perlu dilakukan agar tidak mengancam rumah warga setempat. (afi)

