Close Menu
Siberasi
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Tentang Kami
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Beriklan
    Facebook Instagram YouTube
    SiberasiSiberasi
    • Berita
      • Daerah
      • Cirebon
      • Nasional
    • Kolom
    • Politik
      • Umum
      • Griya Sawala
    • Video
    • Sibersastra
    Siberasi
    Beranda » Pemkab Cirebon Didesak Evaluasi RTRW, Setop Alih Fungsi Lahan!
    Berita

    Pemkab Cirebon Didesak Evaluasi RTRW, Setop Alih Fungsi Lahan!

    adminBy admin2 minggu yang lalu
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram
    pemkab cirebon didesak evaluasi RTRW
    SOROTI BANJIR: Mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor Bupati Cirebon, Rabu (14/1/2026). Mereka mendesak Pemkab Cirebon melakukan evaluasi terhadap kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) imbas banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. (FOTO: AFIYUDIN/SIBERASI.ID)
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram

    Siberasi.id – Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon menuai sorotan serius dari kalangan mahasiswa. Terlebih yang terjadi di Kecamatan Sumber pada akhir Desember 2025 lalu. Pemkab Cirebon didesak melakukan evaluasi terhadap kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

    Hal itu seperti disampaikan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon, Ruslan Baydowi Kamal saat memimpin unjuk rasa di depan kantor bupati Cirebon, Rabu (14/1/2026). Mahasiswa prihatin atas persoalan banjir dan kerusakan lingkungan yang semakin masif.

    Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan kepada Pemkab Cirebon. Pertama, Pemkab Cirebon diminta evaluasi total kebijakan tata ruang serta audit menyeluruh terhadap RTRW Kabupaten Cirebon.

    Mereka juga mendesak pemkab untuk mencabut izin bangunan yang terbukti melanggar aturan, khususnya yang berdiri di kawasan zona hijau. Menurut Ruslan, pelanggaran tata ruang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir di sejumlah wilayah.

    Selain itu, mahasiswa menuntut Pemkab Cirebon untuk menormalisasi sungai dan drainase melalui pengerukan dan pelebaran saluran air di titik-titik rawan banjir. Mereka juga meminta agar penggunaan anggaran pemeliharaan drainase dilakukan secara transparan dan akuntabel.

    Tuntutan lainnya adalah realisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen, serta penghentian alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan industri dan perumahan. Mahasiswa juga turut menyoroti pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal.

    “Diperlukan modernisasi sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi agar sampah tidak lagi menyumbat saluran air dan memperparah banjir,” kata Ruslan.

    Sementara itu, Bupati Cirebon Imron yang menemui massa aksi menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan. Ia menegaskan, pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menangani persoalan banjir.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon untuk bersama-sama menangani masalah banjir. Kami minta masyarakat membuang sampah pada tempatnya dan tidak membangun rumah, ruko, maupun bangunan lainnya di atas saluran air,” katanya. (afi)

    bupati cirebon Mahasiswa Demo Bupati pemkab cirebon pmii cirebon

    Berita Terkait

    KAI Daop 3 Cirebon Tutup Permanen Belasan Perlintasan Ilegal

    1 hari yang lalu

    Penerima Manfaat MBG melalui SPPG Kemantren Cirebon Meningkat

    1 hari yang lalu

    Jalan Kisabalanang Bodesari Cirebon Rusak Parah, Warga Mengeluh!

    3 hari yang lalu

    Polresta Cirebon Libatkan Supeltas untuk Cegah Kerawanan di Jalan

    3 hari yang lalu
    © 2026 - Siberasi.id. - PT Semesta Dua Bersaudara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.