Siberasi.id – Di saat banyak Koperasi Merah Putih (KMP) di berbagai daerah belum berjalan karena terkendala modal, KMP Kelurahan Pekiringan Kota Cirebon justru sudah beroperasi sejak Juni 2025 dan menunjukkan perkembangan positif.
Saat ini, jumlah anggota koperasi mencapai 50 orang. Unit usaha penjualan sembako menjadi salah satu layanan yang paling aktif berjalan.
“Sejak dibuka, penjualan beras sudah lebih dari 20 kuintal, telur 2 kuintal, serta kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng, gula, mi instan, terigu, hingga aneka bahan makanan,” ujar Lurah Pekiringan, Diza Setya Aji Pambudi, Selasa (30/9/2025).
Diza menambahkan, KMP Pekiringan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan harian dengan harga terjangkau, koperasi juga membuka peluang kerja sama dengan UMKM.
“Yang masih menjadi tantangan kita adalah permodalan, karena hingga saat ini belum ada dukungan modal dari pemerintah. Modal yang ada murni berasal dari anggota dan Kelurahan. Kami berharap ada dukungan stakeholder agar program koperasi bisa berjalan lebih besar,” tambahnya.
Kepala KMP Pekiringan, Ade Sunarya menjelaskan, koperasi hadir dengan visi ‘Merajut Kebersamaan Membangun Kesejahteraan’. Menurutnya, koperasi ini lahir dari inisiatif masyarakat, khususnya pengurus RT dan RW.
“Awalnya modal terkumpul dari insentif Kelurahan dengan 45 anggota. Kini sudah berkembang, dengan penjualan beras lebih dari 20 kuintal, telur hampir 2 kuintal sejak September, serta gas LPG sebanyak 20 tabung dalam dua minggu terakhir,” kata Ade.
KMP Pekiringan juga gencar melakukan sosialisasi dengan konsep “membeli sekaligus mendapat keuntungan”. Setiap transaksi akan memberi keuntungan kembali kepada anggota yang dibagikan pada akhir tahun.
Meski begitu, keterbatasan modal masih menjadi tantangan utama. Modal koperasi saat ini hanya berasal dari iuran anggota sebesar Rp50 ribu untuk iuran pokok dan Rp10 ribu untuk iuran wajib.
“Kami butuh dukungan stakeholder, termasuk akses ke distributor dengan harga lebih murah. Dengan begitu, koperasi bisa lebih berkembang dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Ade.
Selain memperkuat unit usaha sembako, koperasi juga berencana menjalin kerja sama dengan Samsat dan Bank BJB. Nantinya, masyarakat bisa membayar pajak motor, PBB, tagihan listrik, hingga PDAM langsung melalui koperasi.
KMP Pekiringan bahkan sudah mulai menghadirkan layanan pengiriman atau delivery untuk mempermudah warga.
“Target kami ke depan, koperasi ini bukan hanya mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi sarana bersama untuk membangun kesejahteraan,” pungkas Ade.

