Siberasi.id – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melantik dan mengambil sumpah 41 pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang mendapat promosi, dan rotasi jabatan, Kamis (23/10/2025).
Pelantikan berlangsung di lapangan upacara Sekretariat Daerah Kota Cirebon, bukan di ruangan tertutup seperti biasanya. Upacara di bawah langit terbuka itu menjadi simbol keterbukaan dan kedekatan pejabat dengan masyarakat.
Dari total 41 pegawai, sebanyak 36 orang menduduki jabatan administrator (eselon III) dan 5 orang sebagai jabatan pengawas (eselon IV).
Effendi Edo menjelaskan, pelantikan di ruang terbuka memiliki makna simbolik bahwa jabatan publik harus transparan dan dapat diuji oleh masyarakat.
“Jabatan publik tidak boleh bersembunyi di balik dinding birokrasi. Jabatan harus terbuka dan bisa dilihat kontribusinya langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Edo menambahkan, pelantikan di bawah langit terbuka juga mengingatkan Tuhan mendengar setiap sumpah jabatan, sementara tanah yang dipijak menjadi simbol pengabdian kepada masyarakat.
“Langit adalah pengingat atas setiap sumpah, ada Tuhan yang mendengar. Tanah menjadi simbol, semua jabatan akan kembali ke akar pengabdian,” ujarnya.
Edo menekankan, jabatan adalah amanah yang menuntut kejujuran, disiplin, dan keberanian menyampaikan kebenaran, meski tidak selalu populer. Ia meminta para pejabat baru untuk bekerja tidak hanya keras, tetapi juga cerdas dan berintegritas.
“ASN harus hadir sebagai penggerak perubahan yang menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah,” katanya.
Edo juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan hasil kerja nyata di setiap unit kerja. Menurutnya, kinerja aparatur saat ini tidak lagi diukur dari lamanya waktu di kantor, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Publik kini menilai secara terbuka bahkan bisa saja membandingkan antar daerah. Sebab itu, saya mengajak untuk bekerja sungguh-sungguh dan menghasilkan karya nyata,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh ASN untuk menjadikan jabatan sebagai ruang kolaborasi, memperkuat tim, dan menumbuhkan kesadaran melayani publik dengan hati. ASN juga diharapkan siap menghadapi tantangan baru, seperti transformasi digital dan dinamika kebijakan nasional.
“Jangan menunggu perubahan datang dari atas. Mulailah dari diri sendiri, dari cara berpikir, dan dari cara melayani,” pesan Edo.
Pelantikan di lapangan, lanjutnya, juga mencerminkan semangat kebersamaan tanpa sekat antara pimpinan dan bawahan.
“Di tempat terbuka ini, semua berdiri sama tinggi dalam semangat pengabdian. Di sinilah nilai dasar ASN diuji: loyalitas, profesionalitas, dan integritas,” katanya.
Edo juga berpesan, agar setiap pejabat menjadikan amanah ini sebagai jalan berbuat baik dan memperbaiki sistem birokrasi. “Bekerjalah dengan semangat keterbukaan seperti lapangan ini, lapang dalam berpikir, luas dalam melayani, dan suci dalam niat,”katanya.

