Siberasi.id – Rangkaian perayaan Imlek di Kota Cirebon pada tahun ini akan berbeda dari sebelumnya. Tidak akan ada kirab atau arak-arakan Cap Go Meh pada 2026 ini.
Kerukunan dan toleransi antarumat beragam di Kota Cirebon memang menyejukkan. Hidup berdampingan dan saling menghormati di tengah keberagaman adalah nilai dalam keseharian.
Pengurus Vihara Dewi Welas Asih, Hendra, mengatakan keputusan peniadaan kirab Cap Go Meh 2026 merupakan hasil kesepakatan bersama pengurus vihara.
“Tahun ini tidak ada arak-arakan Cap Go Meh yang biasanya mengelilingi Kota Cirebon. Kami sepakat untuk memusatkan kegiatan di vihara saja,” ungkap Hendra, Senin (16/1/2026), di Vihara Dewi Welas Asih.
Sebagai gantinya, sambung Hendra, pihaknya akan menggelar Cap Go Meh dengan kemasan festival pentas seni di halaman depan vihara.
Menurut Hendra, langkah itu diambil demi menjaga harmoni dan saling menghormati antarumat beragama di Kota Cirebon.
“Karena bertepatan dengan bulan Ramadan, kami memilih tidak mengadakan arak-arakan keliling. Ini bentuk toleransi dan saling menghormati,” katanya.
Cap Go Meh sendiri biasanya digelar pada 14 hari setelah perayaan tahun baru Imlek. Artinya, Cap Go Meh tahun ini akan berlangsung pada 3 Maret 2026.
Pada waktu tersebut, umat Muslim masih menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Peniadaan kirab Cap Go Meh sekaligus menjadi simbol menjunjung tinggi nilai toleransi di tengah keberagaman.
Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar menyampaikan, pihaknya menyiagakan 250 personel untuk pengamanan perayaan tahun baru Imlek hari ini (17/2/2026).
Mereka tersebar di lima vihara yang ada di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Pengamanan tersebut bermaksud untuk memastikan keamanan dan kenyamanaan dalam perayaan Imlek. (afi)

