Close Menu
Siberasi
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Tentang Kami
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Beriklan
    Facebook Instagram YouTube
    SiberasiSiberasi
    • Berita
      • Daerah
      • Cirebon
      • Nasional
    • Kolom
    • Politik
      • Umum
      • Griya Sawala
    • Video
    • Sibersastra
    Siberasi
    Beranda » Cerita Bahagia Supartini Berhaji Pakai Uang Pensiunan
    Berita

    Cerita Bahagia Supartini Berhaji Pakai Uang Pensiunan

    adminBy adminSenin, 1 Juli 2024
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram
    Tak Sangka Berhaji Saat Lansia, Supartini Ungkap Bahagia DIlayani Petugas. Foto: Kemenag RI.
    Tak Sangka Berhaji Saat Lansia, Supartini Ungkap Bahagia DIlayani Petugas. Foto: Kemenag RI.
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram

    Siberasi.id – Supartini tampak sedang duduk di bed pasien. Ia makan dengan perlahan sesaat paket makan siang dibagikan.

    “Gimana Ibu, makananannya,” tanya petugas ketika melintas di dekat bednya, di ruang Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Senin (1/7/2024).

    “Alhamdulillah enak. Tapi meskipun gak enak, tetap harus saya paksakan untuk makan. Saya ingin kondisi saya segera pulih. Saya ingin menikmati ibadah di Kota Nabi ini,” ucapnya lagi.

    Supartini (70) adalah salah satu jemaah Kloter (kelompok terbang) 54 Embarkasi Solo (SOC 54). Dia berasal dari Yogyakarta.

    “Saya ini pensiunan guru SD di Bantul. Tahun 2012 saya mendaftar berangkat haji dengan uang pensiunan. Waktu itu banyak yang tawarkan beli tanah, buat uang pangkal beli rumah, tapi saya sudah bulat niat kepengen naik haji. Alhamdulillah senang sekali akhirnya saya sampai ke Tanah Suci, rasanya benar-benar terharu dan bahagia,” ucapnya mulai bercerita dengan mata berkaca-kaca.

    Supartini mengaku tak menyangka berhaji di usianya yang tidak muda lagi, lanjut usia (lansia). Ditambah lagi, dia berhaji tanpa ditemani sang suami yang sudah berpulang pada 2011. “Sedihnya tu, saya tidak bisa berangkat bareng suami, tapi kemarin saat di Mekkah sudah saya doakan suami. Sebelum saya berdoa untuk diri saya dan anak cucu, saya doakan almarhum suami terlebih dahulu, sebagai bakti seorang istri,” lanjutnya.

    Menurut Supartini, dirinya hanya mengalami penurunan kondisi, karena kelelahan setelah puncak haji di Mekkah. “Terima kasih sudah menemani saya. Jadi tidak terasa buburnya abis. Doakan hasil pemeriksaan saya baik-baik saja, ini penurunan kondisi saja, karena saya ini Insya Allah sehat. Tiap minggu saya goes bareng komunitas lansia, terus juga ikut senam jantung sehat lansia itu persiapan saya sebelum ke Tanah Suci ini,” ungkap Supartini.

    “Walaupun saya sedang dicoba dengan kondisi kurang sehat, saya tetap bahagia sudah lihat Ka’bah dan juga di Madinah ini akan ke Raudah. Saya juga bahagia dengan pelayanan dari semua petugas yang baik dan perhatian termasuk jenengan, Mba,” tandasnya.

    Supartini juga mengucap terima kasih kepada tim kesehatan yang sudah menjaganya.

    berita nasional haji 2024 Haji Indonesia Jemaah Haji Jemaah Haji Indonesia Kemenag RI

    Berita Terkait

    Warga di Sicalung Tambal Jalan secara Swadaya, Pemkot Cirebon ke Mana?

    23 menit yang lalu

    Capai Target di 2025, Cirebon Power Bersiap Hadapi Tantantangan di 2026

    2 jam yang lalu

    KAI Daop 3 Cirebon Tutup Permanen Belasan Perlintasan Ilegal

    3 hari yang lalu

    Penerima Manfaat MBG melalui SPPG Kemantren Cirebon Meningkat

    3 hari yang lalu
    © 2026 - Siberasi.id. - PT Semesta Dua Bersaudara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.