Siberasi.id – Banjir akibat luapan sungai menerjang sedikitnya empat desa di tiga kecamatan di Kabupaten Cirebon pada Kamis (5/2/2026) malam hingga Jumat (6/2/2026) dini hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat, keempat desa yang terdampak banjir tersebut yakni Desa Kedungsana di Kecamatan Plumbon, Desa Sutawinangun di Kecamatan Kedawung, serta Desa Kalibaru dan Dawuan di Kecamatan Tengahtani.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Hadi Eko Prasetyo menyampaikan di tiga empat desa pada tiga kecamatan tersebut terdapat ratusan rumah dan keluarga yang terdampak.
“Rinciannya, 288 rumah dan 257 keluarga di Kecamatan Tengahtani, 120 rumah dan 142 keluarga di Kecamatan Plumbon, serta 50 rumah dan 70 KK di Kecamatan Kedawung,” ungkap Hadi melalui sambungan teleponnya, Jumat (6/2/2026) pagi.
Ia menyebutkan, penyebab banjir selain intensitas hujan yang relatif tinggi, juga luapan air dari sungai-sungai yang melintasi wilayah tersebut. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga satu meter.
“Karena memang hujan deras dan luapan air dari sungai. Misalnya Sungai Cisoka di Plumbon dan Sungai Kedungpane di Kedawung,” jelasnya.
Sisir Warga yang Ingin Mengungsi
Sementara itu, Tim SAR dan BPBD Kabuaten Cirebon pada Kamis malam menerjunkan personel beserta perahu karet untuk menyisir rumah warga. Petugas juga membantu warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Camat Tengahtani, Teddy Trisusilo menyampaikan, terdapat dua desa di wilayahnya yang terdampak banjir dengan ketinggian antara 80-100 sentimeter, yakni Desa Dawuan dan Kalibaru. Titik terparahnya ada di kawasan perumahan.
“Banjir karena tembok pembatas perumahan jebol akibat derasnya air luapan dari sungai,” kata Teddy.
“Kita selalu berkoordinasi di group WhatsApp jika ada kenaikan debit air di sungai, warga segara mengungsi ke tempat yang lebih aman,” imbuhnya.
Aparat pemerintah kecamatan setempat bersama desa sudah mengagendakan untuk pertemuan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis), guna mencari solusi atas persoalan berulang tersebut. (afi)

