Siberasi.id – Banjir merendam ratusan rumah di tiga kecamatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon, yakni Kecamatan Losari, Pasalaman dan Ciledug pada Kamis (12/2/2026) dini hari.
Mendapati informasi itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia turun langsung ke Desa Cilengkrang, Kecamatan Pasaleman yang menjadi salah satu desa terdampak banjir.
Sophi berdialog dengan sejumlah warga terdampak banjir. Politisi PDI Perjuangan itu mengaku prihatin atas kondisi yang menerjang wilayah tersebut. Ia ingin memastikan kondisi masyarakat yang terdampak banjir.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Kami akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, pemerintah desa dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) untuk penanggulangan banjir,” ungkap Sophi.
Menurutnya, peristiwa ini tidak boleh hanya disikapi sebagai musibah rutin tahunan. Harus ada langkah konkret, mulai dari normalisasi sungai, evaluasi tanggul, hingga perbaikan sistem drainase.
“Kami akan memastikan koordinasi dengan beberapa instansi terkait agar ada langkah penanganan yang serius,” katanya.
Sementara itu, banjir yang merendam ratusan rumah di tiga kecamatan tersebut dipicu luapan air dari Sungai Cijangkelok dan Sungai Cisanggarung.
Salah seorang warga Desa Cilengkrang, Tarja mengatakan, air mulai masuk ke pemukiman warga pada sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (12/2/2026) dini hari. Ketinggian air bahkan mencapai 1,5 meter.
“Di sini sih padahal hanya gerimis. Ini (banjir, red) karena luapan air Sungai Cijangkelok,” kata pria berusia 55 tahun itu.
Warga juga menduga, banjir terjadi karena buruknya saluran drainase dan tingginya sedimentasi di Sungai Cijangkelok. Beruntungnya, banjir berangsur surut pada pukul 05.00 WIB.
“Alhamdulillah, air sudah mulai surut,” katanya. Namun warga berharap Pemkab Cirebon serius melakukan penanganan banjir secara komprehensif. (afi)

