Siberasi.id – Puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Cirebon bisa mendapatkan kesempatan kerja di berbagai perusahaan, selama kurun waktu 2024-2025. Kondisi ini menandakan inklusivitas lapangan kerja terus bertumbuh.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto menyampaikan, pihaknya bersama Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon (FKDC) terus melakukan penguatan program Strengthening Inclusion for Diffability equity and Rights (SOLIDER).
“Disnaker bersama FKDC telah berhasil menyalurkan 32 rekan penyandang disabilitas ke berbagai perusahaan. Secara rinci, terdapat 26 laki-laki dan 6 perempuan yang kini telah terserap di dunia kerja,” ungkap Novi, Selasa (10/2/2026).
Ia menegaskan, Pemkab Cirebon terus mendorong perusahaan agar membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk bekerja, sejalan dengan prinsip keadilan dan inklusivitas ketenagakerjaan.
Tingkatkan Kapasitas Disabilitas dan Pemahaman Pelaku Usaha
Sementara itu, menurut Ketua FKDC Abdul Mujib, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya edukasi berkelanjutan kepada pelaku usaha.
FKDC secara rutin menyelenggarakan pelatihan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) serta pelatihan bahasa isyarat bagi perusahaan.
“Pelaku usaha kadang bingung cara berinteraksi dengan teman-teman disabilitas. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan GEDSI dan bahasa isyarat sangat penting. Agar mereka siap menerima tenaga kerja difabel,” tutur Mujib.
Selain mendorong penyerapan di sektor formal, FKDC juga memperkuat dukungan di tingkat desa melalui pembentukan Kelompok Difabel Desa (KDD). Saat ini telah berjalan di tujuh desa di Kabupaten Cirebon.
Program KDD mencakup pendataan akurat warga difabel sebagai dasar kebijakan inklusif, penyediaan layanan konseling melalui pengembangan peer support, serta pembentukan UMKM yang dikelola oleh penyandang disabilitas guna mendorong kemandirian ekonomi.
Selain itu, FKDC juga melakukan peningkatan kapasitas difabel melalui pendidikan nonformal seperti Kejar Paket, serta pelatihan soft skills yang menekankan etos kerja, kedisiplinan, dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Dengan terserapnya 32 tenaga kerja disabilitas dan berkembangnya UMKM difabel, Abdul Mujib berharap stigma negatif terhadap penyandang disabilitas di dunia kerja dapat terus ditekan.
“Harapannya, kepercayaan dunia usaha tumbuh, sehingga stigma tersebut turun. Kita benahi kedua sisi: kesiapan teman-teman difabel dan pemahaman pelaku usahanya,” katanya. (afi)

