Siberasi.id – Kota Cirebon memang tidak memiliki areal perkebunan kopi. Namun di kota ini tidak sulit untuk menemukan kedai kopi. Nyaris di setiap wilayahnya terdapat kedai atau tempat bagi penikmat kopi.
Dengan beragam keramaiannya, Kota Cirebon seakan menjadi “jembatan” bagi petani kopi dan konsumen. Beragam kopi dari berbagai daerah, khas nusantara, tersedia dan terdistribusi di sejumlah kedai kopi di Kota Cirebon.
“Kota Cirebon bisa menjadi penghubung antara petani kopi dengan konsumen. Di sinilah peran Cirebon sebagai pusat pemasaran kopi diperkuat,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DPKUKM) Kota Cirebon, Iing Daiman saat pembukaan festival kopi bertajuk Satu Visi Coffee Fest 2026.
Dengan banyak kedai kopi di Kota Udang ini, Iing optimistis akan berkontribusi besar bagi perputaran roda perekonomian daerah. Coffee Fest 2026 ini sekaligus menjadi simbol dukungan Pemkot Cirebon terhadap geliat usaha perkopian.
Event yang berlangsung pada 20-23 Januari 2026 itu, sambung Iing, adalah hasil kolaborasi antara pemilik kedai kopi, pegiat kopi nusantara yang bertekad saling bertukar ide dan inovasi, serta memperluas jejaring usaha.
“Kegiatan ini tidak menggunakan anggaran dari APBD,” kata Iing. Event tersebut digelar di Mall UMKM, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon.
Di tempat yang sama, Walikota Cirebon, Effendi Edo menilai, tren konsumsi kopi di kalangan generasi muda terlihat terus meningkat. Sehingga perlu dikembangkan melalui kegiatan yang lebih produktif.
“Coffee Fest 2026 ini menjadi momentum untuk merangkul anak muda agar budaya ngopi bisa menjadi ruang kreatif dan produktif, bukan sekadar nongkrong,” ungkap Edo.
Sebagai bentuk dukungannya, Pemkot Cirebon akan menyiapkan kawasan Jalan Siliwangi sebagai lokasi usaha bagi pegiat kopi selama bulan Ramadan mendatang.
“Kami persilakan pegiat kopi berjualan dari malam hingga sahur. Ini bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan,” katanya. (afi)

