Siberasi.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon resmi menghadirkan rangkaian baru Stainless Steel New Generation (SSNG) pada layanan Kereta Api Ranggajati mulai Minggu, 11 Januari 2026.
Kehadiran rangkaian baru ini menjadi tonggak sejarah sekaligus kabar bahagia bagi masyarakat Cirebon dan para pengguna KA Ranggajati.
Vice President Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, mengatakan KA Ranggajati yang melayani relasi Cirebon – Jember kini menawarkan sensasi kenyamanan baru bagi penumpang.
“Penggunaan rangkaian SSNG ini merupakan wujud komitmen KAI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” katanya.
Menurut Sigit, rangkaian baru tersebut membawa sejumlah peningkatan signifikan, salah satunya pada kenyamanan kursi. Baik di kelas eksekutif maupun ekonomi, kursi kini menggunakan desain ergonomis yang dapat diatur kemiringannya (reclining), sehingga memberikan kenyamanan lebih selama perjalanan.
“Selain itu, KA Ranggajati SSNG telah dilengkapi pintu otomatis serta Passenger Information Display System (PIDS),” tambahnya.
Melalui PIDS, penumpang dapat melihat informasi waktu, kecepatan kereta, serta posisi dan stasiun pemberhentian kereta secara real time, tanpa perlu bertanya kepada petugas.
Dari sisi interior, rangkaian baru ini menghadirkan suasana yang lebih modern dan mewah, termasuk pencahayaan yang lebih hangat di kereta ekonomi, eksekutif, dan kereta makan.
“Fasilitas toilet juga dibuat lebih bersih, ramah, serta mendukung kebutuhan penyandang disabilitas. Meski mengalami peningkatan kenyamanan dan teknologi, tarif KA Ranggajati tetap tidak mengalami perubahan,”lanjutnya.
KA Ranggajati SSNG memiliki kapasitas total 560 tempat duduk, terdiri dari 200 tempat duduk kelas eksekutif dan 360 tempat duduk kelas ekonomi, dengan susunan empat kereta eksekutif, lima kereta ekonomi, serta satu kereta makan.
“Komposisi rangkaian juga masih sama, terdiri dari empat kereta kelas eksekutif dan lima kereta kelas ekonomi,” pungkasnya.
KAI berharap kehadiran KA Ranggajati SSNG dapat menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah yang dilalui. (afi)

