Close Menu
Siberasi
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Tentang Kami
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Beriklan
    Facebook Instagram YouTube
    SiberasiSiberasi
    • Berita
      • Daerah
      • Cirebon
      • Nasional
    • Kolom
    • Politik
      • Umum
      • Griya Sawala
    • Video
    • Sibersastra
    Siberasi
    Beranda » Kolaborasi Budaya Jadi Kunci Akselerasi Pariwisata Kota Cirebon
    Berita

    Kolaborasi Budaya Jadi Kunci Akselerasi Pariwisata Kota Cirebon

    adminBy adminJumat, 19 Desember 2025
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram

    Siberasi.id – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, kekayaan sejarah dan budaya Kota Cirebon harus diiringi dengan aksi nyata, bukan berhenti pada romantisme masa lalu. Penegasan itu disampaikan dalam malam silaturahmi bertajuk “Menyatukan Langkah dan Menguatkan Cirebon” yang digelar di The Radiant Center, Tangerang Selatan, Jumat (19/12/2025).

    Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah kepala daerah serta tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan bahwa tanpa langkah konkret dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, kekayaan budaya Cirebon berpotensi hanya menjadi catatan sejarah tanpa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

    Ia menekankan pentingnya sinergi dalam pembangunan sektor pariwisata dan seni budaya agar visi besar pembangunan daerah dapat segera terwujud di lapangan.

    “Cirebon kaya akan sejarah dan budaya, tapi jika kita hanya berdiam diri tanpa aksi nyata, semuanya akan percuma. Mari kita berhenti hanya bicara soal potensi dan mulai lakukan sesuatu yang nyata untuk Cirebon yang lebih maju,” tegas Wali Kota di hadapan para tokoh dan pemerhati budaya.

    Effendi Edo juga menyoroti peran kolaborasi sebagai fondasi utama dalam menyukseskan visi pembangunan Kota Cirebon periode 2025–2029. Pemerintah Kota, kata dia, berkomitmen mendorong perubahan signifikan melalui pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi dengan penguatan jati diri budaya lokal sebagai penggerak ekonomi daerah.

    Menurutnya, modernisasi harus berjalan seiring dengan pelestarian tradisi agar identitas budaya masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika pembangunan.

    Ia berharap forum dialog semacam ini mampu menyelaraskan aspirasi para pegiat budaya dengan program strategis pemerintah daerah. Penyatuan persepsi sejak awal dinilai penting untuk memperkuat posisi Cirebon sebagai pusat peradaban yang adaptif terhadap perkembangan global.

    “Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga hidup secara nilai,” tuturnya.

    Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, memaparkan peta jalan pengembangan pariwisata dengan konsep “Setara dan Berkelanjutan”. Peta jalan ini menjadi turunan kebijakan aksi nyata yang diarahkan untuk membenahi tata kelola pariwisata dalam periode 2026–2029.

    “Kita tidak hanya membangun fisik, tetapi menghidupkan kembali roh ‘Living Heritage’ di kawasan keraton agar menjadi pusat budaya dan sejarah yang mendunia. Inilah wujud aksi nyata kita dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mengemasnya secara profesional untuk menarik wisatawan,” ungkap Agus Sukmanjaya.

    Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah memetakan sejumlah kawasan prioritas, meliputi Wisata Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, dan Kaprabonan, Wisata Bahari Kejawanan, serta revitalisasi Kawasan Kota Lama. Setiap kawasan dirancang memiliki penanda visual dan fasilitas publik ikonik dengan tetap menjaga nilai historis yang melekat.

    Strategi pengembangan pariwisata juga menyentuh aspek kewilayahan di setiap kecamatan. Kecamatan Kejaksan difokuskan pada penataan kawasan perdagangan dan revitalisasi Kali Sukalila. Lemahwungkuk diarahkan pada penguatan ekonomi pesisir, sementara Kesambi, Harjamukti, dan Pekalipan masing-masing diproyeksikan sebagai pusat layanan publik, pemberdayaan UMKM berbasis urban farming, serta sentra kuliner berbasis ruang publik yang representatif.

    Selain itu, Agus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Calendar of Event yang telah disusun, termasuk penyelenggaraan festival budaya berskala nasional.

    “Melalui integrasi dengan kawasan Metropolitan Rebana dan optimalisasi blue economy di pesisir, Kota Cirebon optimis mampu bertransformasi menjadi pusat jasa dan perdagangan yang tetap bangga dengan identitas heritagenya,” pungkasnya.

    budaya cirebon Cirebon seni budaya cirebon walikota cirebon

    Berita Terkait

    Malam Tahun Baru 2026 di Kota Cirebon, Dilarang Pesta Kembang Api!

    Rabu, 31 Desember 2025

    Kebakaran Pasar Lemahabang Cirebon, Ratusan Kios dan Los Hangus

    Rabu, 31 Desember 2025

    Revisi Perda Pajak, Strategi Pemkot Cirebon Jaga Ekonomi Daerah

    Senin, 29 Desember 2025

    Najhah Barnamij Terpilih Pimpin Fatayat NU Kabupaten Cirebon

    Senin, 22 Desember 2025
    © 2026 - Siberasi.id. - PT Semesta Dua Bersaudara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.