Siberasi.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon menargetkan penanaman 1.000 pohon, penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur, serta pengawasan sampah liar di sejumlah titik. Hal ini sebagai upaya mendukung 100 hari kerja pertama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon yang baru.
“Kami sudah menyiapkan tiga program untuk 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon yang baru,” ujar Kepala DLH Kota Cirebon, Yuni Darti, beberapa waktu lalu.
DLH menargetkan penanaman 1.000 pohon untuk memperkuat upaya penghijauan dan meningkatkan kualitas udara kota. Program ini akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) serta Dinas Perhubungan (Dishub).
“Kami sudah siapkan 1.000 bibit pohon untuk penanaman nanti di sejumlah jalan protokol,” kata Yuni.
Selain itu, DLH menaruh perhatian pada perbaikan sistem pengelolaan sampah di TPA Kopiluhur. Metode open dumping yang selama ini digunakan akan diubah menjadi sistem controlled landfill. Dalam metode tersebut, sampah ditimbun, diratakan, dan dipadatkan, kemudian dijeda dengan penutupan berkala menggunakan lapisan tanah untuk mengurangi dampak lingkungan.
“Dengan cara tersebut, risiko berkembangbiaknya serangga, pencemaran gas metana, bau tidak sedap, serta penurunan estetika lingkungan bisa ditekan,” jelasnya.
Di sisi lain, pengawasan sampah liar juga menjadi prioritas. DLH akan menurunkan petugas untuk memantau titik-titik yang kerap digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah ilegal.
“Kami akan pantau dan jika terbukti ada warga yang membuang sampah sembarangan, tentu akan kami beri sanksi,” tegas Yuni.
Yuni menyebut kebersihan kota berperan penting dalam menjaga citra Cirebon sebagai pusat aktivitas ekonomi di wilayah Ciayumajakuning. Kota yang bersih dinilai mendukung kenyamanan warga dan meningkatkan minat pengunjung.
“Kalau kotanya bersih, banyak orang yang datang. Harapannya tentu pendapatan Kota Cirebon juga meningkat,” ujarnya. (rls)

