Siberasi.id – Pemeliharaan pohon besar di Kota Cirebon menjadi pekerjaan yang menantang, terutama saat angin kencang dan hujan meningkatkan risiko pohon tumbang. Kondisi ini turut menjadi perhatian Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon.
Kepala DPRKP Kota Cirebon, Wandi Sofyan, menjelaskan bahwa pemeliharaan rutin dilakukan melalui UPT Pertamanan dan Pemakaman. Namun pelaksanaannya masih terkendala, terutama karena keterbatasan alat dan jumlah personel.
Wandi menyebutkan salah satu persoalan utama adalah minimnya alat berat yang mampu memangkas atau menebang pohon berisiko tumbang. Kendaraan kren yang tersedia hanya mampu menjangkau hingga 12 meter, sementara sebagian pohon besar di Kota Cirebon memiliki tinggi melebihi kapasitas tersebut.
“Kami sebelumnya sudah mengajukan pengadaan alat yang lebih memadai, karena harga mobil kren dengan jangkauan 20 meter saja bisa mencapai lebih dari Rp2 miliar. Tentu, ini juga harus mempertimbangkan kemampuan APBD kota,” ujarnya, Jumat (4/4/2025).
Untuk mengatasinya, DPRKP berupaya menjajaki dukungan pemerintah provinsi dan pusat agar pengadaan alat bisa terbantu. Selain alat yang terbatas, jumlah personel di lapangan juga belum memadai.
Tim pemeliharaan tidak hanya menangani perawatan rutin, tetapi juga merespons berbagai aduan masyarakat terkait pohon besar yang dianggap membahayakan.
“Dalam satu tim, kami harus menangani berbagai permintaan, baik yang bersifat pemeliharaan rutin maupun aduan masyarakat. Dengan keterbatasan personel, tentu ini menjadi tantangan tersendiri,” tuturnya.
Meski menghadapi banyak kendala, DPRKP Kota Cirebon tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik. Upaya itu dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan, terutama saat cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang.

